KONSEP DASAR MEDIA, MEDIA PEMBELAJARAN DAN SUMBER BELAJAR
Makalah
Diajukan Memenuhi Salah Satu Tugas Makalah Pada Mata Kuliah Media Dan Sumber Belajar Jurusan Pendidkan Agama Islam
Pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN Alauddin Makassar
Dosen Pengampu : Dr. Rosdiana, M.Pd.I
Oleh : Kelompok 1
AYU SURAHMAN
NIM : 20100120073
MUSTAAINUN
NIM : 20100120074
MUH FAJRIN
NIM : 20100120075
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikum wr.w
Alhamdulillahi Robbil’alamin, segala puji bagi Allah swt. Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Salam srta shalawat semoga selalu tercurah kepada Nabi akhir zaman yakni Muhammad Saw. keluarga, sahabat dan seluruh umatnya yang setia dan istiqomah berada di atas ajarannya hingga hari kiamat.
Puji syukur atas kehadirat Allah Swt. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami berhasil menyusun makalah dengan judul “KONSEP DASAR MEDIA, MEDIA PEMBELAJARAN DAN SUMBER BELAJAR”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, UIN Alauddin Makassar. Dalam pembuatan makalah ini mungkin banyak kekurangan, maka dari itu kami memohon maaf atas hal tersebut. Untuk itu kami terbuka untuk kritikan dan saran dari semua pihak.
Dalam kesempatan ini Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Psikologi Perkembangan yang telah memberikan materi perkuliahan dan arahan kepada kami sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat dan ridho-Nya, dan penulis berharap makalah ini berguna bagi kita semua, aamiin. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Takalar, 12 September 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
A. Latar Belakang 4
B. Rumusan Masalah …………………………………………………….…4
C. Tujuan 5
BAB II PEMBAHASAN 5
A. Pengertian Media Pembelajaran 5
B. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran 7
C. Pengertian Sumber Belajar 10
D. Jenis-jenis Sumber Belajar 11
E. Macam-macam Sumber Belajar 17
BAB III PENUTUP 21
A. Kesimpulan 21
B. Saran 22
DAFTAR PUSTAKA 23
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia. Setiap manusia membutuhkan pendidikan sampai kapanpun dan dimanapun dia berada. Pendidikan sangat penting bagi manusia, sebab tanpa pendidikan manusia tidak akan berkembang atau bahkan terbelakang. Untuk itu perlu adanya pendidikan yang memiliki tujuan membentuk manusia seutuhnya.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Pada hakikatnya proses pembelajaran adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan gagasan. Dalam proses pembelajaran sering timbul penyimpangan-penyimpangan sehingga proses pembelajaran tersebut tidak efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mengatasi penyimpangan-penyimpangan tersebut agar tidak terjadi adalah penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Berikut ini akan diuraikan mengenai konsep dasar media pembelajaran dan sumber belajar.
B. Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud media pembelajaran?
2) Apa fungsi dan manfaat media dalam pembelajaran?
3) Apa saja jenis-jenis media dalam pembelajaran?
4) Apakah yang dimaksud sumber belajar?
5) Apa saja macam-macam sumber belajar?
C. Tujuan
1) Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran
2) Untuk mengetahui fungsi dan manfaat media pembelajaran.
3) Untuk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran
4) Untuk mengetahui pengertian sumber belajar.
5) Untuk mengetahui macam-macam sumber belajar.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran
Pengertian Media Pembelajaran Menurut asal katanya, media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pesan moral dari pengirim ke penerima pesan. Ada beberapa tokoh yang mengartikan media, seperti: Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Anderson, dalam pemilihan dan pengembangan media pembelajaran mengatakan bahwa media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terwujudnya hubungan langsung antara karya seseorang pengembang mata pelajaran dengan para siswa. Sedangkan menurut Sudarwan Danim, dalam media komunikasi pendidikan, mendefinisikan media pengajaran sebagai seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik.
Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong proses belajar. Media pembelajaran juga termasuk dalam kategori bahan pembelajaran, apabila media pembelajaran diperankan sebagai desain materi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Misalnya, media televisi yang didesain sebagai komponen monitor yang dihubungkan dengan VCD/CD player dalam penyajian program pembelajaran dalam bentuk VCD/CD pembelajarn yang dipersiapkan untuk pembelajaran, baik pembelajaran klasikal, kelompok ataupun mandiri.
Penggunaan media pembelajaran dalam penelitian Kuantitatif maupun Kualitatif juga menjadi ukuran penting dalam proses pembuktian hipotesa. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Di samping itu media bukan hanya sekedar sebagai alat bantu mengajar, tetapi lebih merupakan alat bantu penyalur pesan kepada siswa dan dengan media, peranan guru akan berubah yang semula sebagai penyaji menjadi sebagai pengelola kegiatan belajar.
B. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
1. Fungsi Media Pembelajaran
Dalam dunia pendidikan ada beberapa unsur yang memiliki ikatan yang tidak dapat dihilangkan yaitu metode pembelajaran dan media pembelajaran. Media pembelajaran sendiri adalah suatu alat pembelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Metode pembelajaran tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanya media pembelajaran. Untuk pemilihan media pembelajaran usahakan untuk melihat apakah menunjang metode dan membantu mencapai tujuan pembelajaran. Maka bisa dikatakan media pembelajaran memiliki fungsi vital, dan menurut Levis & Lents fungsi media pembelajaran adalah :
1) Fungsi Atensi
Media pembelajaran tersebut menarik dan mampu mengarahkan perhatian siswa mampu berkonsentrasi pada pelajaran yang berkaitan dengan media tersebut. Media yang banyak digunakan untuk menarik atensi murid dengan menggunakan media gambar yang dapat ditampilkan dengan mesin proyektor dan sebagainya.
2) Fungsi Afektif
Menggugah semangat belajar siswa dapat menggunakan media khususnya gambar. Dari media ini emosi siswa akan muncul dan daya serap akan semakin baik. Perpaduan antara teks dan gambar dapat menumbuhkan ketertarikan untuk mempelajari.
3) Fungsi Kognitif
Media dapat memudahkan siswa untuk merekam kembali kedalam otak mereka apa yang telah mereka dapat melalui beberapa gambar atau visual. Dan dalam memahami teks materi siswa akan lebih mudah, memang ada beberapa materi yang sangat mudah dimengerti dengan menggunakan gambar dari pada menggunakan teks yang banyak. Untuk itu media pembelajaran memudahkan untuk siswa memahami dan mengingat informasi yang diterima.
4) Fungsi kompensatoris
Fungsi ini dari beberapa penelitian merupakan media visual yang sangat bagus untuk membantu siswa yang memiliki kelemahan dalam memahami teks yang ada. Dengan menggunakan visual akan memberikan kemudahan untuk mengorganisir informasi yang telah didapat yang akan diteruskan kedalam otak yang nanti akan diterjemahkan menjadi informasi penting.
Media pembelajaran menjadi alternative alat bantu bagi tenaga pengajar untuk mengantisipasi tidak berjalannya proses transformasi ilmu seperti yang telah direncanakan. Penggunaan media pembelajaran memang akan menjadi alat bantu yang baik, optimalisasi ini akan memberikan dampak yang positif bagi peningkatan prestasi siswa.
2. Manfaat Media Pembelajaran
Media memiliki beberapa manfaat diantaranya :
a. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
b. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
c. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. Misalnya siswa mempelajari tentang ekosistem darat bertempat di halaman sekolah. Mereka dapat langsung melihat dan merasakan apa yang ada di lingkungan yang dijadikan sebagai media pembelajaran, seperti pohon, rumput, batu, atau tanah, dan sebagainya.
d. Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Misalnya ketika guru menyampaikan materi pembelajaran secara lisan melalui ceramah, maka ada kemungkinan terjadi perbedaan pendapat atau persepsi yang diterima oleh siswa. Namun jika penyampaian materi pembelajaran itu disertai dengan media pembelajaran yang ditunjukan secara langsung dan nyata, maka akan terjadi persamaan pendapat dan persepsi. Contohnya, seorang guru menjelaskan bahwa ciri binatang harimau itu kulitnya belang-belang. Namun karena hanya penjelasan tanpa disertai media pembelajaran, maka persepsi siswa akan berbeda-beda, bisa saja mereka menyebut kuda zebra sebagai harimau karena kulitnya belang-belang. Namun jika penjelasan itu disertai dengan mempertunjukan media pembelajaran seperti gambar atau boneka harimau, maka persepsi siswa akan sama.
e. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
f. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
g. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
h. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
C. Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar yang dipakai dalam dunia pendidikan atau latihan adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang dikumpulkan secara sengaja dan dimaksudkan agar siswa mampu belajar secara mandiri.
Berdasarkan susunan kata, sumber belajar belajar berasal dari kata sumber dan belajar. Menurut Poerwadarminta sumber berarti “asal (dalam berbagai arti)”. Sedangkan kata belajar menurut bahasa berarti “berusaha (berlatih, dan sebagainya) supaya mendapat sesuatu kepandaian”. Secara istilah belajar merupakan “proses orang memperoleh kecakapan, ketrampilan dan sikap”.
Menurut Ahmad Rohani sumber belajar (learning resources) “adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar”.
Menurut Edgar Dale dalam Rohani, “sumber belajar adalah pengalaman-pengalaman yang pada dasarnya sangat luas, yakni seluas kehidupan yang mencakup segala sesuatu yang dapat dialami, yang dapat menimbulkan peristiwa belajar. Maksudnya adalah perubahan tingkah laku ke arah yang lebih sesuai dengan tujuan yang telah ditentuka
Percival dan Ellington, 1988 mengemukakan sumber belajar adalah sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar sendiri secara individual. AECT, 1986 mengemukakan bahwa semua sumber belajar yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan untuk memberikan fasilitas belajar. pengertian tersebut, maka maksud dari sumber belajar meliputi segala sesuatu yang digunakan untuk memfasilitasi belajar. Sumber balajar tersebut meliputi; pesan, manusia, material atau bahan, peralatan, teknik dan lingkungan yang dipergunakan secara sendiri-sendiri maupun dikombinasikan untuk memfasilitasi terjadinya tindak belajar. Sumber belajar juga dapat diartikan bahwa semua hal yang digunakan sebagai tempat dimana informasi/pesan/materi belajar dapat diperoleh. Sumber belajar dapat diperoleh dari segala benda yang berada disekitar siswa yang belajar. Sumber belajar dapat berupa manusia (human resources) dan benda lain yang bukan manusia (unhuman resources). Adapun cara mendapatkan sumber belajar, dapat melalui sumber belajar yang dirancang (by design) dan juga dengan sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan (by utilization).
Sumber belajar merupakan informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Sumber belajar dapat dikatagorikan ke dalam tempat atau lingkungan, benda, orang, buku, peristiwa/fakta. Buku modul adalah contoh sumber belajar yang dirancang (by design), karena buku modul memang dirancang untuk sumber belajar, khususnya untuk belajar mandiri. Sedangkan buku teks yang sudah ada diperpustakaan atau dimana saja, dapat dimanfaatkan (by utilization) sebagai sumber belajar dalam pembelajaran. Begitu juga guru, dapat diposisikan sebagai sumber belajar dalam bentuk human yang dirancang melalui pendidikan keguruan .
D. Jenis-jenis Sumber Belajar
a) Berdasarkan kemampuan indera, jenis media pembelajaran terdiri atas:
a) Media audio, yaitu jenis media pembelajaran yang menggunakan kemampuan indera telinga atau pendengaran (audio). Jenis media pembelajaran imi menghasilkan pesan berupa bunyi atau suara. Contoh : radio, tape recorder, telepon.
b) Media visual, yaitu jenis media pembelajaran yang menggunakan kemampua indera mata atau penglihatan (visual). Jenis media pembelajaran ini menghasilkan pesan berupa bentuk atau rupa yang dapat dilihat. Contoh : gambar, poster, grafik.
c) Media audio visual, yaitu jenis media pembelajaran yang menggunakan kemampuan indera telinga atau pendengaran dan indera mata atau penglihatan (audio-visual). Jenis media pembelajaran ini menghasilkan pesan berupa suara dan bentuk atau rupa. Contoh: televisi, film, video. Media audio visual yang dapat digunakan dalam pembelajaran banyak ragamnya setiap jenis alat memiliki tingkat keefektifan sendiri-sendiri. Penggunaannya untuk meningkatkan keaktifan dan keefektifan belajar tergantung pada jenisnya, ketersediannya, dan kemampuan menggunnakannya. Konsep tentang kemanfaatan alat bantu pandang dengar didasarkan atas konsep tentang perolehan pengalaman seseorang melalui media pembelajaran (perantara) yang digunakan, makin konkrit suatu media pembelajaran digunakan, makin tinggi nilai pengalaman yang diperoleh.
b) Berdasarkan daya atau kemampuan liputannya, jenis media pembelajaran terdiri atas:
a) Media pembelajaran dengan daya atau kemampuan liputannya luas, yaitu dapat menjangkau tempat yang luas dengan jumlah orang atau siswa yang banyak. Contoh : televisi, radio.
b) Media pembelajaran dengan daya atau kemampuan liputannya terbatas, yaitu hanya dapat menjangkau tempat atau ruangan tertentu dan terbatas dengan jumlah orang atau siswa yang tidak banyak. Contoh : papan tulis, slide, overhead projector (OHP)
c) Berdasarkan pengguna atau pemakai yang memanfaatkan media pembelajaran, jenis media pembelajaran terdiri atas:
• Media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran secara massal atau banyak orang. Contoh : belajar melalui televisi atau radio.
• Media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran secara individual atau perorangan. Contoh : belajar melalui modul dan buku.
Berdasarkan kerumitan (kekomplekan) dan biayanya, jenis media pembelajaran terdiri atas:
• Big media, yaitu media pembelajaran yang rumit (kompleks) dan biayanya mahal, serta penggunannya relatif susah membutuhkan tenaga yang terlatih. Contoh : film, video, komputer.
• Little media, yaitu media pembelajaran yang sederhana atau tidak rumit dan biayanya relatif murah, serta penggunannya relatif mudah tidak perlu tenaga terlatih. Contoh : papan tulis, gambar.
d) Berdasarkan pembuatan dan pemanfaatannya, jenis media pembelajaran terdiri atas :
• Media by design, yaitu media pembelajaran yang dirancang, dipersiapkan, dan dibuat sendiri oleh guru lalu digunakan untuk proses pembelajaran. Contohnya semua media pembelajaran yang dirancang, dipersiapkan dan dibuat sendiri oleh guru.
• Media by utilization atau media pembelajaran yang dimanfaatkan, yaitu media pembelajaran yang dibuat oleh orang lain atau suatu lembaga/institusi, sedangkan guru hanya tiggal menggunakan atau memanfaatkannya. Contohnya, semua media pembelajaran yang hanya digunakan atau dimanfaatkan dan tidak membuat sendiri.
e) Berdasarkan dimensinya, media pembelajaran terdiri atas:
• Media dua dimensi, yaitu jenis media pembelajaran yang hanya mempunyai dua ukuran yaitu panjang dan lebar. Contoh : poster, bagan, gambar.
• Media tiga dimensi, yaitu jenis media pembelajaran yang mempunyai minimal tiga ukuran yaitu panjang, lebar, isi/tinggi. Contoh : model (benda yang menyerupai aslinya), realia (bemda asli).
f) Berdasarkan proyeksinya, jenis media pembelajaran terdiri atas:
• Media proyeksi, yaitu jenis media pembelajaran yang bisa diproyeksikan atau dipancarkan dengan menggunakan alat proyektor, sehingga gambarnya akan nampak pada layar. Contoh : film, film strips, slide, OHP, in focus.
• Media tidak diproyeksikan, yaitu jenis media pembelajaran yang tidak bisa diproyeksikan atau dipancarkan. Contoh : buku, papan flanel.
Rudi membuat klasifikasi media pembelajaran berdasarkan adanya tiga ciri, yaitu suara (audio), bentuk (visual), dan gerak (motion). Atas dasar ini Brets membuat delapan kelompok media pembelajaran, yaitu:
a) Media pembelajaran audio-motion-visual, yaitu media pembelajaran yang mempunyai suara, ada gerakan dan bentuk obyeknya dapat dilihat. Media pembelajaran semacam ini paling lengkap. Jenis media pembelajaran termasuk kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak.
b) Media pembelajaran audio-still-visual, yaitu media pembelajaran yang mempunyai suara, obyeknya dapat dilihat, namun tidak ada gerakan. Seperti film strip bersuara, slide bersuara atau rekaman televisi dengan gambar tidak bergerak (television still recording)
c) Media pembelajaran audio-semi-motion, yaitu mempunyai suara dan gerakan, namun tidak dapat menampilkan suatu gerakan secara utuh, seperti telewriting atau teleboard.
d) Media pembelajaran motion-visual, yaitu media pembelajaran yang mempunyai gambar obyek bergerak. Seperti film (bergerak) bisu (tidak bersuara).
e) Media pembelajaran still-visual, yaitu ada obyek namun tidak ada gerakan seperti film strip, gambar, microform, atau halaman cetak.
f) Media pembelajaran semi-motion (semi bergerak), yaitu menggunakan garis dan tulisan, seperti tele-autograf.
g) Media pembelajaran audio, hanya menggunakan suara, seperti radio, telepon, audio tape.
h) Media pembelajaran cetakan, hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi).
Sedangkan menurut Arief S. Sadiman, sesuai dengan karakteristik atau ciri khas dari suatu media media pendidikan yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu;
1. Media Grafis adalah termasuk media visual, artinya media-media yang dalam menyalurkan pesan ajaran melalui indera penglihatan. Adapun yang termasuk jenis media grafis diantaranya adalah; Gambar atau foto, sketsa atau gambar sederhana/draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail, diagram atau skema, bagan (chart), grafik, karton, poster, peta dan globe, papan flanel, dan lain-lain.
2. Media Audio, adalah jenis media pendidikan yang dalam menyalurkan pesan-pesan ajaran (pesan pendidikan) berkaitan dengan indera pendengaran. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan kedalam media audio diantaranya; Radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
3. Media Proyeksi Diam. Yaitu media pendidikan dimana pesan yang disampaikan lebih dulu dengan alat proyektor agar bisa dilihat. Yang termasuk jenis proyeksi diam antara lain;
a. Film bingkai (slide),
b. Film rangkai (film strip),
c. Proyektor apaque (proyektor tak tembus pandang),
d. Televisi dan audio,
e. Permainan dan simulasi.
E. Macam-macam Sumber Belajar
Untuk lebih memberikan gambaran rinci tentang macam-macam sumber belajar, berikut dijabarkan satu persatu:
1. Pesan (message)
Pesan (message) informasi yang akan disampaikan oleh komponen belajar lain yang dapat berupa ide, fakta, ajaran, nilai dan data. Dalam sistem persekolahan, maka pesan ini berupa seluruh mata pelajaran yang disampaikan kepda siswa.
Bentuk pesan dapat pula berupa gerak tubuh, yaitu pesan yang disampaikan dengan menggunakan gerakan tubuh. Pesan dengan menggunakan gerakan tubuh terdiri dari pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.
(a). Pesan fasial, yaitu pesan dengan menggunakan wajah untuk menyampaikan suatu arti tertentu, antara lain rasa bahagia, terkejut, marah, sedih, minat, kagum, dan tekad.
(b). Pesan gestural, yaitu pesan dengan menggunakan gerakan sebagian anggota tubuh untuk mengkomunikasikan berbagai arti seperti jari, tangan, bahu, pundak, dan sebagainya. Misalnya, mengangkat bahu atau menggerak-gerakkan tangan ke kiri dan ke kanan menunjukkan tidak tahu.
(c). Gerak postural tubuh, yaitu pesan dengan menggunakan seluruh anggota tubuh. Postur atau sikap tubuh adalah cara seseorang membawakan tubuhnya sehari-hari, seperti bagaimana berjalan, duduk, atau membungkuk, dan sebagainya. Misalnya, postur siswa ketika berdiri dihadapan gurunya berbeda dengan pegawao di hadapan atasannya.
2. Manusia (people)
Manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan, pengolahan dan penyaji pesan serta sebagai menyalur pesan. Contohnya: guru, dosen, pustakawan, petugas laboratorium, instruktur, pelatih olahraga, tenaga ahli dan masih banyak lagi, bahkan termasuk siswa sendiri.
3. Bahan (materials)
Bahan (materials) yaitu bahan yang mengandung pesan-pesan belajar, yang biasanya disajikan menggunakan peralatan tertentu. Bahan-bahan tercetak yang dapat digunakan untuk menunjang pemahaman terhadap apa yang dipelajari meliputi:
a) Manual, yaitu buku petunjuk untuk melakukan suatu kegiatan.
b) Buku kerja, yaitu buku yang digunakan untuk latihan dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan hasil belajara.
c) Buku-buku acuan, yaitu buku atau materi bacaan yang menjadikan acuan atau rujukan materi pembelajaran yang dipelajari.
d) Buku-buku teks, yaitu buku yang menjadi pegangan dasar dalam belajar.
e) Modul, yaitu perangkat lunak dalam belajar perseorangan, yang memungkinkan setiap siswa untuk belajar secara mandiri, dengan memuat uraian tentang tujuan, uraian materipembelajaran, lembaran kerja dan evaluasi.
f) Berbagai bahan media pembelajarankomunikasi massa seperti koran, majalah,, jurnal, dan lain sebagainya. Kelengkapan bahan seperti ini dapat meningkatkan keaktifan dan efektifan dalam beajar.
4. Peralatan hardware (device)
Peralatan hardware (device) adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat dalam bahan. Contohnya OHP, tape recorder, video player, proyek film, dan komputer.
5. Teknik (technique)
Tehnik adalah prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, peralatan, lingkungan dan orang untuk menyampaikan pesan. Misalnya demonstrasi, diskusi, praktikum, pembelajaran mandiri, sistem pendidikan terbuka/jarak jauh, tutorial, tatap muka, dll
6. Latar (setting)
Latar adalah situasi disekitar terjadinya proses belajar mengajar dimana pembelajar menerima pesan. Lingkungan dibedakan menjadi dua macam, yaitu lingkungan fissik dan lingkungan non-fisik. Contoh lingkungan fisik: gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, aula, pasar, kebun, bengkel, pabrik, dll. Contoh lingkungan non-fisik : tata ruang belajar, ventilasi udara, cuaca, kebisingan/ketenangan lingkungan belajar.
Sumber belajar terdapat beberapa jenis. Menurut Kusumah (2008), secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
1) Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
2) Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
Kriteria khusus yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sumber belajar yang berkualitas adalah sebagai berikut:
1. Sumber belajar dapat memotivasi peserta didik dalam belajar
2. Sumber belajar untuk tujuan pengajaran. Maksudnya sumber belajar yang dipilih sebaiknya mendukung kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan.
3. Sumber belajar untuk penelitian. Maksudnya sumber belajar yang dipilih hendaknya dapat diobservasi, dianalisis, dicatat secara teliti, dan sebagainya.
4. Sumber belajar untuk memecahkan masalah. Maksudnya sumber belajar yang dipilih hendaknya dapat mengatasi problem belajar peserta didik yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar.
5. Sumber belajar untuk presentasi. Maksudnya sumber belajar yang dipilih hendaknya bisa berfungsi sebagai alat, metode, atau strategi penyampaian pesan.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
• Media Pembelajaran Menurut asal katanya, media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pesan moral dari pengirim ke penerima pesan. Ada beberapa tokoh yang mengartikan media, seperti: Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Media memiliki beberapa manfaat diantaranya: (a) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik, (b) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas, (c) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya, (d) Media menghasilkan keseragaman pengamatan, (e) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. (f) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. (g) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. (h) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
• Sumber belajar yang dipakai dalam dunia pendidikan atau latihan adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang dikumpulkan secara sengaja dan dimaksudkan agar siswa mampu belajar secara mandiri. Berdasarkan susunan kata, sumber belajar belajar berasal dari kata sumber dan belajar. Menurut Poerwadarminta sumber berarti “asal (dalam berbagai arti)”. Sedangkan kata belajar menurut bahasa berarti “berusaha (berlatih, dan sebagainya) supaya mendapat sesuatu kepandaian”. Secara istilah belajar merupakan “proses orang memperoleh kecakapan, ketrampilan dan sikap”. Macam-macam suber daya yaitu Pesan (message), Manusia (people), Bahan (materials), Peralatan hardware (device), Teknik (technique), dan Latar (setting).
B. Saran
Demikianlah makalah yang kami buat, dan kami susun. Kami berharap semua pembaca dapat memahami dan mengetahui materi pada makalah ini yaitu Konsep Dasar Media, Media Pembelajaran dan Sumber Belajar. Maka, penulis berharap apabila terdapat kesalahan mohon dimaklumi dan dimaafkan karena keterbatasan penulis. Juga kritik ataupun saran, sangat diharapkan agar di kemudian hari dapat menghasilkan makalah maupun karya tulis yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
https://pdfcoffee.com/makalah-konsep-dasar-media-pembelajaran-pdf-free.html
http://bintangsirius23.blogspot.com/2016/02/makalah-media-dan-sumber-belajar.html?m=1
https://makalah-ibnu.blogspot.com/2011/05/sumber-belajar.html#ixzz76E9V5FUu
http://acengaceng070.blogspot.com/2016/11/tugas-makalah-konsep-dasar-media.html?m=1
Komentar
Posting Komentar